Jumat, 16 November 2012


SMB Gelontorkan Rp77, 450 Miliar
//// Perluasan Bandara Masuk Tahap Dua

            SMB – Perluasan area Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II  memasuki tahap dua. Pihak pengelola SMB II PT Angkasan Pura II (PT AP II) mengelontorkan dana sebesar Rp77,450 miliar untuk perluasan bandara tersebut.
            Menurut Amran Allanudi, General Manager PT AP II (Persero) Kantor Cabang Palembang melalui Rubianto, T S, Sos, Personel and GA Junior Manager, perluasan bandara ini untuk meningkatkan pelayanan. Pasalnya, semakin meningkatkan jumlah trafik pengunjung maupun lalu lintas di bandara SMB II ini. “Karenanya untuk perluasan area bandara tahap dua ini menelan dana biaya sekitar  Rp 77, 450 miliar,”ujarnya.
            Dana tersebut, sambungnya,  dialokasikan untuk check in counter air lines, office shelter yang lebih panjang,  ruang internasional kedatangan terpisah dengan kedatangan domestic, c perluasan terminal, dan  perluasan parkir inap. Selaian itu untuk penambahan eskalator ke lantai III, curb side (sepanjang depan bangunan terminal tempat antar jemput penumpang). "Perluasan di lakukan di barat dan timur bandara. Dimana tidak hanya penumpang yang di menikmati pelayanan terbaik, tapi juga para mintra bandara SMB II,” ucapnya.
Ia mengatakan, sebelumnya atau pada tahap pertama, pihaknya telah melakukan perluasan untuk area tunggu bandara yang semula hanya mampu menampung tiga penumpang pesawat kedatangan dan keberangkatan. Nah, sekarang telah mampu menampung sebanyak lima pesawat atau seribu penumpang.  “Ini semua kami lakukan karena jumlah trafik pengunjung maupun lalu lintas meningkat. Dimana pertahun jumlah penumpang di bandara SMB mencapai 3 juta orang dengan jumlah pesawat yang dioperasionalkan antara 26-28 pesawat,”terangnya.
 Pengerjaan tahap kedua ini, kata Rubi, sudah dimulai sejak Juli lalu. Diharapkan  pengerjaanya selesai secepatnya. Paling tidak semester kedua 2013 ini pengrejaannya rampung. Sedangkan untuk parkir inap, pihaknya pun akan berenacana untuk melakukan penambahan sekitar 100 unit lagi. “Rencanannya, parkir inap ini akan di lakukan pengerjaan awal 2013,” jelasnya.
Perluasan bandara ini merupakan program dari pihak angkasa pura yang dilakukan tidak hanya di bandara SMB II Palembang saj, tapi juga seluruah cabang PT. AP II se-Indonesia yang berjumlah 12 yakni Jakarta, Padang, Pontianak, Pekan Baru, Tanjung Pinang, Jambi, Bangka  dan lainnya. “Perluasan ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan,”pungkasnya. (cj4)
Amran Allanudi,

47 Guru Ikut Program Guru Imbas


47 Guru Ikut Program Guru Imbas

PALEMBANG – Guna melakukan peningkatan kualitas pendidikan, maka Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang melakukan program Guru Imbas. Program yang telah berlangsung sejak awal September tersebut melibatkan 47 guru mulai dari tingkat  sekolah dasar (SD)  hingga sekolah menengah pertama (SMA) yang memiliki kualitas baik mulai dari guru maupun sekolah. 
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang, Reza Pahlevi mengatakan program ini bertujuan untuk transfer kemampuan dan keahlian mengajar  para guru yang kredibel di Metropolis dengan mekanisme dimana guru tersebut menjadi  mentor  untuk guru di pingiran kota Palembang. “Program ini sangat efektif  untuk menciptakan dan pengembangan serta kemajuan pendidikan di daerah Pinggiran kota, maka Pemerintah Kota Palembang ,”jelasnya kemarin kepada koran ini.
Menurutnya, guru imbas ini merupakan Guru yang mengajar di kota telah memiliki kompetensi keahlian dan memenuhi syarat kualifikasi sehingga di berikan kepercayaan untuk mengimbaskan ilmunya ke sekolah-sekolah pinggiran kota dengan jangka waktu tertentu.
"Guru itu akan mendapatkan tugasnya dua minggu sekali untuk melihat dan memantau pola pembelajaran yang diterapkan di sekolah yang mereka tuju, guna memberikan metode bagaimana meningkatkan kualitas pembelajaran dan ilmu-ilmu yang di miliki oleh guru imbas tersebut" jelasnya.
            Lebih lanjut, kepala Bidang Kepegawaian Nashikun menambahkan fungsi dari guru imbas ini bukan sebagai pengajar, melainkan untuk mengimbaskan pengalaman yang telah mereka peroleh berupa keterampilan dan lain halnya. “Melaui program ini dapat mengali potensi anak yang berprestasi  dan cerdas.  Terpenting,  melalui program ini dapat motivasi pada guru-guru yang ada disana dari metode dan bahan ajar yang diberikan" tuturnya
Kriteria guru Imbas, kata Nashikun, guru bidang study yang berpengalaman minimal 5 tahun, Pendidikan S1 Linier mengajar sesuai kualifikasi pendidikan, memiliki sertifikat sebagai guru inti atau instruktur yang pernah ditugaskan sebagai pengajar guru, pernah menjadi pemenang 1,2,3 guru teladan tingkat kota dan berkepribadian baik serta mempunyai komitmen dalam memajukan pendidikan. “Pada dasarnya guru yang ikut program ini merupakan guru yang kredibel. Jadi tidak asal-asalan,” jelasnya.
Jam kerja, masih kata Nashikun, dilaksanakan selama 9 -10 minggu. Nah, sejauh ini program tersebut berjalan lancar. Hanya ada dua guru yang mengundurkan diri karena alasan lokasi yang terlalu jauh dan untuk mereka yang mengundurkan diri telah diganti.  Total guru yang ikut program  ini sebanyak 47 mulai dari tingkat SD hingga SMA, seperti SD Az-Zahrah, SMP Negeri 10, SMA 17 dan lainnya. “Sejauh ini kendala terletak pada jarak yang terlalu jauh,” jelasnya.
Disinggung mengenai kompensasi yang didapat, kata Nasihum, guru tersebut akan mendapatkan penghargaan. Selain itu, mendapatkan biaya transportasi dari APBNP dengan kisaran total keseluruhan sebesar Rp 750 juta.
Sementara itu, Drs H. Husna dan Rosidah peserta guru imbas yang mendapatkan sekolah sasaran di SD N 175 Kelurahan Pulokerto, kecamatan Gandus  mengatakan sanga senang di ikut sertakan pada progam tersebut. Pasalnya diberikan kepercayaan. Selain itu, dapat memberikan motivasi, sharing pengalaman dan guru-guru disana sangat welcome.
Selama ini, kata Husna, banyak hal yang didapat dari program Imbas. Dimana ternyata anak-anak di daerah memiliki semangat yang tinggi untuk belajar dan anak disana sangat cerdas.  “Sejauh ini tidak ada kendala. Hanya jarak saja  dan biaya yang perharinya mencapai Rp.100 ribu,” jelasnya seraya mengatakan waktu tempuh mencapia 2 jam. (cj4).