47 Guru Ikut Program Guru Imbas
PALEMBANG – Guna melakukan
peningkatan kualitas pendidikan, maka Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
(Disdikpora) Kota Palembang melakukan program Guru Imbas. Program yang telah berlangsung
sejak awal September tersebut melibatkan 47 guru mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMA) yang
memiliki kualitas baik mulai dari guru maupun sekolah.
Dinas Pendidikan Pemuda dan
Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang, Reza Pahlevi mengatakan program ini
bertujuan untuk transfer kemampuan dan keahlian mengajar para guru yang kredibel di Metropolis dengan
mekanisme dimana guru tersebut menjadi
mentor untuk guru di pingiran
kota Palembang. “Program ini sangat efektif
untuk menciptakan dan pengembangan serta kemajuan pendidikan di daerah
Pinggiran kota, maka Pemerintah Kota Palembang ,”jelasnya kemarin kepada koran
ini.
Menurutnya, guru imbas ini
merupakan Guru yang mengajar di kota telah memiliki kompetensi keahlian dan
memenuhi syarat kualifikasi sehingga di berikan kepercayaan untuk mengimbaskan
ilmunya ke sekolah-sekolah pinggiran kota dengan jangka waktu tertentu.
"Guru itu akan mendapatkan tugasnya dua
minggu sekali untuk melihat dan memantau pola pembelajaran yang diterapkan di
sekolah yang mereka tuju, guna memberikan metode bagaimana meningkatkan
kualitas pembelajaran dan ilmu-ilmu yang di miliki oleh guru imbas
tersebut" jelasnya.
Lebih
lanjut, kepala Bidang Kepegawaian Nashikun menambahkan fungsi dari guru imbas
ini bukan sebagai pengajar, melainkan untuk mengimbaskan pengalaman yang telah
mereka peroleh berupa keterampilan dan lain halnya. “Melaui program ini dapat
mengali potensi anak yang berprestasi
dan cerdas. Terpenting, melalui program ini dapat motivasi pada guru-guru
yang ada disana dari metode dan bahan ajar yang diberikan" tuturnya
Kriteria guru Imbas, kata Nashikun,
guru bidang study yang berpengalaman minimal 5 tahun, Pendidikan S1 Linier
mengajar sesuai kualifikasi pendidikan, memiliki sertifikat sebagai guru inti
atau instruktur yang pernah ditugaskan sebagai pengajar guru, pernah menjadi
pemenang 1,2,3 guru teladan tingkat kota dan berkepribadian baik serta
mempunyai komitmen dalam memajukan pendidikan. “Pada dasarnya guru yang ikut
program ini merupakan guru yang kredibel. Jadi tidak asal-asalan,” jelasnya.
Jam kerja, masih kata Nashikun, dilaksanakan
selama 9 -10 minggu. Nah, sejauh ini program tersebut berjalan lancar. Hanya
ada dua guru yang mengundurkan diri karena alasan lokasi yang terlalu jauh dan untuk
mereka yang mengundurkan diri telah diganti. Total guru yang ikut program ini sebanyak 47 mulai dari tingkat SD hingga
SMA, seperti SD Az-Zahrah, SMP Negeri 10, SMA 17 dan lainnya. “Sejauh ini
kendala terletak pada jarak yang terlalu jauh,” jelasnya.
Disinggung mengenai kompensasi
yang didapat, kata Nasihum, guru tersebut akan mendapatkan penghargaan. Selain
itu, mendapatkan biaya transportasi dari APBNP dengan kisaran total keseluruhan
sebesar Rp 750 juta.
Sementara itu, Drs H. Husna dan
Rosidah peserta guru imbas yang mendapatkan sekolah sasaran di SD N 175
Kelurahan Pulokerto, kecamatan Gandus
mengatakan sanga senang di ikut sertakan pada progam tersebut. Pasalnya
diberikan kepercayaan. Selain itu, dapat memberikan motivasi, sharing
pengalaman dan guru-guru disana sangat welcome.
Selama ini, kata Husna, banyak
hal yang didapat dari program Imbas. Dimana ternyata anak-anak di daerah
memiliki semangat yang tinggi untuk belajar dan anak disana sangat cerdas. “Sejauh ini tidak ada kendala. Hanya jarak
saja dan biaya yang perharinya mencapai
Rp.100 ribu,” jelasnya seraya mengatakan waktu tempuh mencapia 2 jam. (cj4).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar