Jumat, 16 November 2012

47 Guru Ikut Program Guru Imbas


47 Guru Ikut Program Guru Imbas

PALEMBANG – Guna melakukan peningkatan kualitas pendidikan, maka Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang melakukan program Guru Imbas. Program yang telah berlangsung sejak awal September tersebut melibatkan 47 guru mulai dari tingkat  sekolah dasar (SD)  hingga sekolah menengah pertama (SMA) yang memiliki kualitas baik mulai dari guru maupun sekolah. 
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang, Reza Pahlevi mengatakan program ini bertujuan untuk transfer kemampuan dan keahlian mengajar  para guru yang kredibel di Metropolis dengan mekanisme dimana guru tersebut menjadi  mentor  untuk guru di pingiran kota Palembang. “Program ini sangat efektif  untuk menciptakan dan pengembangan serta kemajuan pendidikan di daerah Pinggiran kota, maka Pemerintah Kota Palembang ,”jelasnya kemarin kepada koran ini.
Menurutnya, guru imbas ini merupakan Guru yang mengajar di kota telah memiliki kompetensi keahlian dan memenuhi syarat kualifikasi sehingga di berikan kepercayaan untuk mengimbaskan ilmunya ke sekolah-sekolah pinggiran kota dengan jangka waktu tertentu.
"Guru itu akan mendapatkan tugasnya dua minggu sekali untuk melihat dan memantau pola pembelajaran yang diterapkan di sekolah yang mereka tuju, guna memberikan metode bagaimana meningkatkan kualitas pembelajaran dan ilmu-ilmu yang di miliki oleh guru imbas tersebut" jelasnya.
            Lebih lanjut, kepala Bidang Kepegawaian Nashikun menambahkan fungsi dari guru imbas ini bukan sebagai pengajar, melainkan untuk mengimbaskan pengalaman yang telah mereka peroleh berupa keterampilan dan lain halnya. “Melaui program ini dapat mengali potensi anak yang berprestasi  dan cerdas.  Terpenting,  melalui program ini dapat motivasi pada guru-guru yang ada disana dari metode dan bahan ajar yang diberikan" tuturnya
Kriteria guru Imbas, kata Nashikun, guru bidang study yang berpengalaman minimal 5 tahun, Pendidikan S1 Linier mengajar sesuai kualifikasi pendidikan, memiliki sertifikat sebagai guru inti atau instruktur yang pernah ditugaskan sebagai pengajar guru, pernah menjadi pemenang 1,2,3 guru teladan tingkat kota dan berkepribadian baik serta mempunyai komitmen dalam memajukan pendidikan. “Pada dasarnya guru yang ikut program ini merupakan guru yang kredibel. Jadi tidak asal-asalan,” jelasnya.
Jam kerja, masih kata Nashikun, dilaksanakan selama 9 -10 minggu. Nah, sejauh ini program tersebut berjalan lancar. Hanya ada dua guru yang mengundurkan diri karena alasan lokasi yang terlalu jauh dan untuk mereka yang mengundurkan diri telah diganti.  Total guru yang ikut program  ini sebanyak 47 mulai dari tingkat SD hingga SMA, seperti SD Az-Zahrah, SMP Negeri 10, SMA 17 dan lainnya. “Sejauh ini kendala terletak pada jarak yang terlalu jauh,” jelasnya.
Disinggung mengenai kompensasi yang didapat, kata Nasihum, guru tersebut akan mendapatkan penghargaan. Selain itu, mendapatkan biaya transportasi dari APBNP dengan kisaran total keseluruhan sebesar Rp 750 juta.
Sementara itu, Drs H. Husna dan Rosidah peserta guru imbas yang mendapatkan sekolah sasaran di SD N 175 Kelurahan Pulokerto, kecamatan Gandus  mengatakan sanga senang di ikut sertakan pada progam tersebut. Pasalnya diberikan kepercayaan. Selain itu, dapat memberikan motivasi, sharing pengalaman dan guru-guru disana sangat welcome.
Selama ini, kata Husna, banyak hal yang didapat dari program Imbas. Dimana ternyata anak-anak di daerah memiliki semangat yang tinggi untuk belajar dan anak disana sangat cerdas.  “Sejauh ini tidak ada kendala. Hanya jarak saja  dan biaya yang perharinya mencapai Rp.100 ribu,” jelasnya seraya mengatakan waktu tempuh mencapia 2 jam. (cj4).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar